Tech NewsTechnology

Perangkat VR Ini Bisa Membunuhmu Jika Kamu Mati di Game

Saat ini sudah tahun 2022 dimana tahun yang sama dengan anime Sword Art Online. Yap, anime populer yang bertemakan fantasi dimana seorang gamer menggunakan perangkat teknologi gaming terbaru yang bernama Nervegear. Full Dive VR dimana kamu bisa masuk ke dalam game.

Secara teknologi, kita sudah punya perangkat VR. Tapi sayangnya tidak seperti di anime Sword Art Online yang dimana VRnya itu “Full-Dive”. Bahkan, kita tidak bisa full merasakan pengalaman nyata di perangkat VR yang kita punya. Yap mengecewakan memang. Udah tahun 2022 tapi “Full-Dive” VR belum ada!

Tapi ternyata, Co-Founcer Palmer Lcukey dari Oculus perusahaan yang membuat perangkat Virtual Reality mempunyai inovasi yang sangat berbahaya yang terinspirasi dari anime Sword Art Online dimana jika kamu mati di game, perangkat ini akan membunuhmu.

Pada blog Luckey, ia mendeskripsikan “SAO incident” yang merupakan event fiksi dimana 10.000 gamers terperangkap di game yang kebanyakan meninggal dunia akibat mereka mati di game. “The SAO Incident” dimulai tanggal 6 November 2022. Dia tersambar ide untuk membuat “Play or Die” versi dirinya sendiri.

“Gagasan untuk mengikat kehidupan nyata Anda ke avatar virtual selalu membuat saya terpesona—Anda langsung meningkatkan taruhannya ke tingkat maksimum dan memaksa orang untuk secara mendasar memikirkan kembali bagaimana mereka berinteraksi dengan dunia virtual dan para pemain di dalamnya”.

Lanjut Luckey, “Grafik yang memukau mungkin membuat game terlihat lebih nyata. Tetapi hanya ancaman dengan konsekuensi serius yang dapat membuat game terasa nyata bagi Anda dan semua orang di dalam game.”

Anime Sword Art Online menceritakan beberapa gamers yang bermain menggunakan alat bernama “Nervegear” yang tidak bisa log out dikarenakan developer ingin membuat game “kematian” dimana jika kamu mati, maka Nervegear akan membakar otakmu dan kamu akan mati di dunia nyata. Ini bisa terjadi karena Nervegear ternyata dipasangi alat “Microwave” yang memancarkan gelombang radio yang bisa melelehkan otak.

Well, tapi tenang saja. Semua ini hanya meme karena 6 November kemarin harusnya Nervegear sudah rilis di dunia nyata. Namun, eh ngataunya engga jadi hehehe. Tapi Lucket sendiri punya rencana untuk membuat mekanisme “Anti Tamper” dimana perangkat VR ngga akan bisa dilepaskan atau dihancurkan.

Palmer Luckey sendiri ternyata pernah develop perangkat yang mirip dengan Nervegear. Asumsikan bahwa Luckey punya kemampuan untuk menaruh bom di perangkat Oculus Quest. Saat Oculus diakuisisi Facebook, lcket membuat perusahaan sistem pertahanan dimana mereka membuat sistem pertahanan otomatis untuk militer US. Dari situ lah Luckey punya akses ke alat peledak tersebut. Jadi bisa jadi Luckey benar-benar bisa membuat alat Nervegear tersebut. Mungkin hanya cara “membunuhnya” aja yang berbeda.

Tapi Luckey sudah memberikan klarifikasi. Walaupun dia bisa membuat perangkat tersebut dan punya aksesnya, dia tidak akan melakukannya dengan alasan “bukan kerjaan saya”. Tapi bisa jadi ada orang lain yang akan membuat perangkat mematikan ini.

“Pada saat ini, ini hanyalah sebuah karya seni biasa sebagai pengingat pada design game yang belum pernah di eksplor. Ini juga, sejauh yang saya tahu, contoh non-fiksi pertama dari perangkat VR yang benar-benar dapat membunuh pengguna. Itu tidak akan menjadi yang terakhir” Ujar Luckey.

Jadi gimana pandangan kalian dengan hal di atas?

Apakah kalian setuju kalau dibuat di dunia nyata?

Berikan pendapat kalian di kolom komentar ya….

 

Rekomendasi dari kami

Satu Komentar

  1. Terima kasih atas informasinya perihal VR Oculus baru yang terinspirasi dari SAO. Perlahan teknologi, Augmented Reality, Metaverse, Virtual Reality Indonesia juga mulai mengikuti perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Tolong matikan Adblock untuk mensupport kami