Gaming NewsRelease Game

Konami Tidak Akan Rilis PES Seri Berikutnya

Kemarin Konami selaku developer dari Pro Evolution Soccer mengumumkan bahwa mereka tidak akan rilis PES seri berikutnya. Seri sepak bola yang sudah berjalan lama ini dimulai dengan nama Winning 11 (International Superstar Soccer di luar negeri) dan kemudian dari tahun 2001 namanya menjadi Pro Evolution Soccer. Game yang dalam waktu lama dan khususnya di tahun 2000-an menjadi permainan yang jauh lebih baik daripada game bola buatan EA, FIFA.

Game PES berikutnya yang rencananya berjudul PES 2022, tidak jadi rilis. Hal ini dikarenakan pihak Konami ingin mengubah nama dan gameplay dari PES. Ya, PES akan berganti nama menjadi eFootball. Seperti diketahui bahwa Konami telah menggunakan branding eFootball bersama PES untuk sementara waktu, tetapi sekarang hanya akan menjadi eFootball.

Siklus rilis tahunan PES juga akan dihilangkan oleh developer. Tapi, kabar baiknya eFootball akan menjadi game sepak bola Free To Play yang tentunya dengan DLC (kalo full gratis, developer ga makan). Game ini rencananya akan meluncur pada Musim Gugur ini di PC. Game eFootball akan dibuat  dengan Unreal Engine dan kalian daat memainkannya secara cross-platform. Sayangnya bagi para pemain mobile, kalian hanya diizinkan untuk cross-platform dengan controller.

Pada siaran persnya, Konami menjelaskan mengenai model DLC eFootball. “Pertandingan lokal yang menampilkan FC Barcelona, ​​Juventus, FC Bayern, Manchester United, dan lainnya akan tersedia, gratis, saat peluncuran. Selanjutnya, mode permainan tertentu akan dijual sebagai DLC opsional, memberikan pemain kebebasan untuk membangun pengalaman yang sesuai dengan minat mereka.”

 

Dalam trailer tersebut Konami, itu memperlihatkan beberapa perombakan yang  dilakukan dengan one-on-one. Video tersebut menampilkan dewa sepakbola seperti Lionel Messi dan Andres Iniesta berbicara tentang dribbling dan decision making. Selain itu, Konami juga memperlihatkan cuplikan eFootball yang menunjukkan sistem animasi ‘motion matching’.

Ya, seperti yang sudah kalian duga. Motion matching milik eFootball ini mirip dengan fitur HyperMotion dari game FIFA 22. Akan tetapi HyperMotion eksklusif untuk konsol next-gen dan tidak akan ditampilkan dalam versi PC apalagi mobile. Sedangkan motion matching versi eFootball dapat lebih baik, karena akan tersedia di seluruh platform. Motion matching akan mengubah berbagai macam gerakan yang dilakukan pemain di lapangan menjadi serangkaian animasi. Program kemudian akan memilih yang paling akurat secara real-time. Sistem ini menyediakan lebih dari empat kali lebih banyak animasi seperti sebelumnya, mencapai gerakan yang sangat realistis.

Konami akan menggunakan Unreal Engine yang saat ini sudah memiliki fitur yang memukau. Hal ini berarti bahwa Konami telah meninggalkan FOX Engine buatan mereka untuk eFootball. Padahal engine tersebut mampu menghasilkan game yang luar biasa tetapi terasa seperti kurang dimanfaatkan. eFootball nampaknya hanya akan mendapat pembaruan. Tidak seperti PES yang selalu memiliki versi baru, dengan pembaruan besar bersamaan saat awal musim dan turnamen sepak bola besar.

Fathur R

An ordinary boy who loves playing and learn everything http://steamcommunity.com/id/glfraud

Rekomendasi dari kami

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

five × three =

Back to top button

Adblock Detected

Tolong matikan Adblock untuk mensupport kami