Gaming Info

Kamu Sebenernya Adalah Penjahat di Games! – Penjelasan Ludonarrative Dissonance

Main game itu enaknya kalau kita jadi pahlawan kan. Kita bisa melawan dan mengalahkan penjahat yang luar biasa kejamnya, lalu betapa kuat dan hebatnya sang pahlawan untuk melawan kejahatan dan membela kebenaran. Tapi apakah kamu tau, bahwa “pahlawan” kadang suka dibilang “penjahat” juga sama si antagonis?? Bahkan beberapa NPC juga mengganggap mu sebagai pembunuh dibandingkan pahlawan? Nah loh. Gimana tuh? – Penjelasan Ludonarrative Dissonance

Ludonarrative Dissonance

Itu lah yang disebut dengan “Ludonarrative Dissonance”. “Ludonarrative Dissonance” adalah kondisi dimana terdapat konflik atau tidak kesepakatan antara narasi yang diceritakan melalui “story” dan narasi yang diceritakan melalui “gameplay”. Jadi, cerita di “story” dengan cerita pada gameplay itu kontra alias berlawanan. Hal ini bisa menyebabkan plot pada cerita game tersebut menjadi tidak konsisten, menimbulkan “Plot Twist” atau bahkan tidak masuk akal.

Banyak game yang ternyata yang “menderita” “Ludonarrative Dissonance” ini. Contohnya Bioshock Series, Far Cry Series, Tomb Raider Series, Uncharted, Red Dead Redemption dan lain sebagainya. Rata-rata di game FPS dan “Free Action”.

Walau seperti itu, beberapa game yang disebutkan di atas bukan berati “story”nya jelek. Developer cerdik dalam mengatasi “Ludonarrative Dissonance” ini. Malah Dev menjadikan hal tersebut menjadi “clue” yang akan terjadi ke depannya. Biasanya untuk “character development” sang protagonis.

Kita akan beri contoh 3 tokoh yang game terkena “Ludonarrative Dissonance” ini yaitu, Jason brody dari Far Cry 3, Lara Croft dari Tomb Raider Series dan Nathan Drake dari Uncharted Series.

Contoh Ludonarrative Dissonance

Jason Brody, Far Cry 3

Jason Brody adalah protagonis dari Far Cry 3. “Archnemesis” dia alah si Vaas, sang antagonis utama. Awal cerita di Far Cry 3, Jason hanya seorang pemuda kaya yang sedang jalan-jalan bersama temannya hingga suatu hari mereka terdampar dan tertangkap di Pulau “Bajak Laut” yang dipimpin Vaas.

Saat kamu harus menyelamatkan teman-teman mu dan kabur dari pulau tersebut, “gameplay” akan menyuruh mu untuk membebaskan beberapa kamp dari bajak laut. Well, karena ini game FPS, otomatis kamu disuruh nembak orang-orang di dalam kamp tanpa ampun. Bahkan, kamu akan tembak siapapun yang ngga ada kaitannya dengan masalah sang protagonis.

Untuk mengupgrade “gear” mu, kamu harus membunuh banyak sekali hewan yang salah satunya dalah hewan yang dilindungi.

Oleh karena aktifitas Jason dari awal sampai akhir seperti ini, kamu telah menjadikan Jason yang tadinya pemuda kaya menjadi monster yang suka membunuh. Padahal narasi yang ada pada “story” hanya menyuruhmu untuk membebaskan pulau dari bajak laut. Kamu tidak harus membunuh orang-orang tersebut. Tujuan utama mu adalah kabur dari pulau tersebut bersama teman-teman mu.

Tapi Developer dari Far Cry 3 mempunyai trik unik dimana Jason Brody sadar jika dia sudah menjadi monster. NPC di dalam game tersebut akan mengganggap mu sebagai pembunuh keji daripada pahlawan. Jason brody mempunyai “character development” yang sangat bagus untuk cerita yang sedang dibawakan.

Lara Croft, Tomb Raider Series

Siapa yang menduga kalau arkeolog cantik ini ternyata adalah pembunuh yang sangat beringas? Dalam Tomb Raider Angel of Darkness (game jelek btw) dan Shadow of the Tomb Raider memperlihatkan bahwa Lara Croft bukan lah arkeolog tapi pembunuh. Bahkan ia pernah memusnahkan satu Desa.

Lara Croft (Survivor Timeline) adalah seorang arkeolog yang sangat ingin membersihkan nama ayahnya. Ayahnya ini sangat terobsesi dengan pencarian artefak untuk mencapai keabadian (“Immortality”). Lara di sini meneruskan “legacy” Ayahnya dengan mencari “clue” tentang pencarian ayahnya.

Tapi karena obsesinya khususnya terhadap pembersihan nama ayahnya, Lara agak egois dan melakukan apapun demi tujuannya. Lara disini mungkin akan lebih ke penjahat dibandingkan pahlawan. Pada narasi “story” di Shadow of the Tomb Raider, Lara Memang hanya mencari berbagai “clue” dengan mengunjungi beberapa Tomb dan mengalahkan sang villain yang ternyata mempunyai tujuan yang lebih busuk.

Tapi dalam perjalanannya, Lara agak sedikit tidak peduli dengan lingkungan sekitar. Selain itu, dari narasi gameplay, kamu banyak membunuh orang yang memang tidak “sejalan” dengan tujuannya. Orang-orang tersebut tidak ada hubungannya dengan Lara, tapi kamu boleh membunuh mereka.

Bahkan Lara Survivor Timeline membuat sebuah desa terkena tsunami berkat keegoisan Lara Croft. Membunuh banyak sekali orang di dalamnya, bahkan sampai villain nya sendiri menganggap Lara sebagai monster. Ia dicap sebagai wanita yang paling berbahaya.

Lara Croft di Classic Timeline, tepatnya di game Tomb Raider: Angel of Darkness, narasi “story”nya simpel. Lara hanya ingin mencari suatu artefak dan mengalahkan villain demi menyelamatkan dunia. Tapi dalam narasi gameplay, Lara BOLEH membunuh satpam-satpam yang bukan anak buah dari si villain. Disini lagi-lagi tidak masuk akal. Bukannya Lara itu orang baik? Kenapa dia membunuh orang tidak bersalah? Selain itu, game ini juga tidak mengolah “Ludonarrative Disonance”nya dengn baik. NPC tidak mengganggap Lara sebagai monster.

Nathan Drake, Uncharted Series

Beda pekerjaan dengan Lara Croft, Nathan Drake adalah seorang pemburu harta karun. Tapi Nathan mempunyai pengetahuan akan ilmu arkeologi yang lumayan. Hampir mirip dengan Lara. Nathan Drake mungkin memang tidak Sepenuhnya “Full Hero” di sini. Tapi tujuan dia lumayan mulia yaitu menghentikan villain dari bisnis-bisnis gelapnya yang berkaitan dengan arkeologi.

Narasinya sih bilang memang Nathan hanya harus memberhentikan sang villain. Tapi siapa sangka kalau gameplay berkata lain. Kamu boleh membunuh banyak sekali orang di game ini. Kamu tidak dihukum untuk membunuh banyak orang. Bahkan, kamu HARUS membunuh. Di sini agak kontra dengan narasi yang harusnya Nathan adalah “Full Heroes”. Hal ini dikarenakan lagi-lagi orang-orang yang dibunuh Nathan, tidak ada kaitannya dengan dia. Bahkan mereka hanya orang suruhan aja.

Di game ini, Nathan tidak dilihat sebagai monster Oleh NPC. Tapi ada “achievemet” bernama “Ludonarrative Disonance” dimana kamu harus membunuh 1000 Orang. Nathan bukan lah “hero”, tapi seorang pembunuh berantai.

Itu dia penjelasan mengenai “Ludonarrative Disonance”. 

Apakah kamu punya versi lain dari yang telah kami sebutkan?

Kalau ada, langsung aja berikan komentar kalian ya Noobs!

Rekomendasi dari kami

Leave a Reply

Your email address will not be published.

one × one =

Cek ini juga
Close
Back to top button

Adblock Detected

Tolong matikan Adblock untuk mensupport kami