PC TechTech Tips n Tricks

Hati hati! Anda Wajib Beli SSD Dengan DRAM Cache! – Penjelasan Cache di SSD

SSD adalah tipe storage dengan teknologi terbaik untuk saat ini. Tadinya pada umumnya menggunakan Spinning Media sekarang telah menggunakan NAND Flash. Tadinya cuman bisa kirim 100MB/S, sekarang bisa sampai 3GB/s. Lalu bisa buat loading OS dan game lebih cepat, lebih reliable dan terbaiklah pokoknya.

Tapi, ternyata SSD itu tidak hanya 1 jenis loh, banyak macam-macam SSD yang sudah kami jelaskan di artikel ini (Cara Memilih SSD yang Benar). Tapi ada satu yang sering dilewatkan oleh para perakit awam dan masyarakat pada umumnya, yaitu DRAM Cache pada SSD.

Kebanyakan orang hanya berfikir kalo sudah SSD, semuanya bisa cepat, ngebut dan lebih baik dibanding HDD. Yak, 90% Itu benar, tapi DRAM Cache ini menjadi komponen sangat penting bagi SSD loh!

Ternyata, dari awal SSD memang sudah menggunakan DRAM Cache. Tapi, dikarenakan demand SSD semakin banyak dan harus terjangkau ke semua lapisan masyarakat, maka terdapat SSD yang dikurangi komponennya, yaitu DRAM Cache. Tanpa DRAM Cache, SSD memang lebih murah, tapi kenapa sih SSD harus banget punya DRAM Cache?

Apa itu DRAM Cache SSD?

DRAM pada SSD sebenernya adalah RAM atau Random Access Memory seperti pada PC atau laptop Kalian. RAM pada SSD ini diperlukan untuk membantu SSD mencari letak Data pada Nand Flash SSD kalian.

Jadi, pada saat kalian menyalin file masuk ke SSD, lalu kalian ingin proses kembali file tersebut, SSD harus mencari fIlenya terlebih dahulu secara fisik di Nand Flashnya. SSD menggunakan metode seperti “peta petunjuk” yang secara aktif mencatat jejak atau lokasi file yang disimpan.

Fyi, SSD terkadang harus memindahkan beberapa datamu dari cell satu ke cell lainnya agar tidak cepat rusak akibat digunakan trus menerus. Metode proteksi ini dinamakan “Wear Leveling”, jadi penting sekali untuk SSD mempunyai peta petunjuk agar file tersebut bisa langsung ditemukan pada saat user membutuhkannya

Nah, peta petunjuk ini biasanya disimpan pada Chip Memory yang dinamakan DRAM. Sebagai penyimpan sementara peta tersebut,, dari situ nama Cache diambil. Tapi kenapa harus disimpan di DRAM? Karena sudah jelas RAM jauh lebih cepat dibandingkan NAND Flash.

Jadi, karena aksesnya lebih cepat, akibatnya perfoma SSD jauh lebih cepat saat mencari data yang kecil ukurannya. Hal ini disebabkan karena OS tidak harus menunggu lama untuk SSD mencari data-data tersebut

Emang Kenapa Jika SSD Tanpa DRAM Cache?

Well, kita tahu bahwa SSD tanpa RAM sebenernya bisa saja.  Bahkan, dalam beberapa waktu, SSD tanpa DRAM Cache malah kerasa hampir sama saja seperti SSD Tanpa DRAM karena peta penjuk tersebut bisa disimpan di NAND FLash-nya langsung atau minjam dari RAM PC kalian. Hanya satu tujuan kenapa SSD harus dihilangkan DRAMnya, yaitu… LEBIH MURAH!

Yak, SSD tanpa DRAM Cache akan lebih murah dibandingkan SSD dengan RAM. Eits! Murah bukan berati “Worth it!” yak. Kalian ingin PC nya lebih cepat loadingnya dibanding HDD, tapi jika kalian perhatikan lebih dalam, perfoma SSD tanpa DRAM Cache akan lebih lambat dibandingkan SSD dengan DRAM Cache. Bahkan terdapat stuter atau perfoma tidak yang konsisten. Hal ini disebabkan dikarenakan SSD terlalu lama mencari data tersebut di NAND Flash.

Apalagi Jika pekerjaan yang kalian lakukan berkaitan dengan Random Write and Read, file yang ukurannya kecil tapi banyak banget dimana SSD kalian meletakkan file-file tersebut di seluruh NAND Flash. Apalagi jika SSD kalian digunakan untuk OS, kerjaannya akan lebih berat!

Dengan meletakkan peta petunjuk di Nand Flash langsung, akan mengakibatkan beberapa Nand Cell kalian lebih cepat “haus” atau rusak dimana mengurangi health Drive kalian.

SSD Tanpa DRAM Cache Bisa lebih Buruk Dibandingkan HDD

Kami sudah singgung bahwa 90% SSD tanpa DRAM selalu lebih cepat, apalagi kalo kerjaan kalian hanya nonton video di Youtube atau gaming saja. Tapi, ternyata SSD Tanpa DRAM Cache bisa lebih buruk dibanding HDD!

Pertama, SSD tanpa DRAM biasanya akan melambat, bahkan bisa lebih lambat dari HDD. Apalagi kalo berkaitan dengan Random Write and Read yang sudah dijelaskan di atas.

Kedua, dikarenakan peta petunjuk yang diletakan di Nand Flash, SSD kalian bisa lebih cepat “tewas” dibandingkan HDD. Jadi, jangan heran kalo saat buka aplikasi macam Sentinel, “loh kok health SSD gua cepet kurang ya?”. Ya, dikarenakan Cell SSD kalian lebih cepat “haus” karena harus terus-terusan Write Cycle.

Ketiga, biasanya Garansi SSD tanpa DRAM itu lebih sebentar dibandingkan SSD dengan RAM atau HDD. Biasanya 2-3 tahun udah paling lama.

Cara Memilih SSD Dengan DRAM Cache

Mudah caranya kok agar tidak salah membeli SSD. Berikut adalah tips mencari SSD dengan DRAM Cache :

  • Jangan beli SSD murahan. Yak, misalkan terdapat dua SSD dengan kapasitas 128GB dimana yang satu seharga 200 Ribu dan satunya 400 Ribu, pasti akan lebih baik yang 400 Ribu dikarenakan di dalamnya terdapat DRAM. Tapi dengan SYARAT! Perbandingannya dengan MEREK YANG SAMA tapi TIPE SSD yang berbeda. Beli lah TIPE SSD yang cukup mahal harganya! (Contoh, WD Green itu tanpa DRAM, WD Blue dengan DRAM).

  • Cari “daleman” dari SSD. Pastikan SSD tersebut mempunyai Chip seperti gambar di bawah ini.

  • Lihat review SSD yang kalian cari yang menyebutkan bahwa SSD tersebut punya DRAM atau tidak. Kalau mau lebih teknis, bisa melihat grafik perfoma si reviewer.
  • Baca baik-baik spesifikasi SSD di website resmi masing-masing.

Bagi yang Mager, Berikut Beberapa List SSD Dengan DRAM Cache

Berikut beberapa SSD yang punya DRAM Cahce bagi kamu yang males “googling” :

ADATA SU800 Corsair MP 600 Kingston DC450R
ADATA SX6000 (Non Lite) Crucial MX500 Kingstom Fury
ADATA XPG SX8200 Gigabyte AORUS Kingstom HyperX
Corsair MP500 Gigabyte UD Pro Kingstom KC600
Corsair Force LS Intel 660p Lexar NM210
Corsair MP 300 Intel 710 Lexar NS 200
Corsair MP 400 Intel 730 Samsung 750 Evo
Corsair Mp 500 Intel 750 Samsung 840 Evo
Corsair MP 510 Intel Optane SSD Samsung 850 Evo
Samsung 860 Evo Samsung 870 Evo Samsung 950 Evo
Samsung 960 Evo Samsung 970 Evo Samsung 980 Evo
Sandisk Extreme Sandisk Ultra Seagate BarraCuda
Seagate FireCuda Seagate Firewolf Team Delta Phantom Gaming
Team Cardea Team T-Force Series Trascend MTS 600
Trascend MTS800 Western Digital Blue (WD) Western Digital Red (WD)
Western Digital Black (WD) XPG Gammix s10 Klevv CRAS C700 (RGB/NON)

*akan diupdate jika terdapat SSD baru.

**Tidak semua model SSD dilist, hanya yang pernah tersedia di Indonesia saja.

Yak itu dia penjelasan mengenai DRAM Cache pada SSD. Maka jangan beli SSD murahan, beli lah SSD dengan DRAM CACHE ya Noobs…

 

Ref: pcpartpicker, LTT Techquickie

Rekomendasi dari kami

Satu Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sixteen + 11 =

Cek ini juga
Close
Back to top button

Adblock Detected

Tolong matikan Adblock untuk mensupport kami