Tips n Trick

Hal Utama Yang Diperhatikan Sebelum Membeli Motherboard Untuk Build PC Gaming 2020

Penjelasan VRM,Chipset,Socket Kode Motherboard Intel/AMD dan Form Factor

Pada saat ingin Membeli motherboard, pasti para Pemula yang ingin rakit agak bigung dengan Motherboard, search search di internet ada Motherboard banyak banget, ada X370,Z370 A320,B365,B360, ini Buat AMD atau Intel, VRMnya harus kuat lah, begini lah begitu lah pokoknya bingung, nah disini kami akan menjelaskan dan memberi tips yaitu hal yang diperhatikan sebelum membeli motherboard untuk Build PC Gaming 2020. Penjelasan VRM, Chipset, Socket, Form Factor dan penamaan di Motherboard Intel/AMD

Motherboard itu apa?

Motherboard itu merupakan papan sirkuit yang terpasang komponen komponen pada komputer atau perangkat lain. didalam papan sirkuit itu terdapat koneksi koneksi untuk mengkoneksikan antar komponen yang bekerja secara bersamaan.

Motherboard itu komponen utama yang wajib ada pada rakit PC Gaming, kalau ngga ada ya tidak akan jadi komputer. nah Motherboard ini didesain mayoritas dengan bentuk yang mirip mirip, cuman memang spesifikasinya ada yang berbeda. berikut kita bahas

Kode Kode Pada Chipset

Chipset ini merupakan semacam komponen elektronik yang sudah terpasang dengan motherboard dengan tujuan untuk “Data Flow Management System” yang bertugas memanajemen Aliran data antara Prosessor (CPU/GPU) Memory dan juga peralatan perangkat lainnya.

Sudah Pasti, Antara Tim Biru dan Tim merah mempunyai Chipset yang berbeda beda, terkadang antar generasi pun Chipset yang digunakan juga Berbeda.  masuk akal karena semakin maju generasinya, semakin canggih komponen yang akan dipasang. maka manufaktur menambahkan beberapa kodekode motherboard yang membingungkan yang tujuannya sebagai identitas spesifikasi dari Motherboard tersebut.

berikut adalah penjelasan Chipset  pada Motherboard intel dan Penjelasan Chipset pada Motherboard AMD.

Tips untuk Intel

Untuk Intel, Mereka menamakan Motherboard mereka dengan kombinasi Huruf dan angka. Pertama kita mulai dari Yang paling terlihat adalah Huruf dibelakang nama tersebut. Huruf ini mengidentifikasi “Tier” atau tingkatan dari Motherboard tersebut. Huruf tersebut yaitu Yaitu:

H: Chipset ini dipasang pada motherboard untuk Low-End ke Mid-End pada tingkatan Konsumer (Consumer Grade)

B: Chipet ini Digunakan pada Motherboard yang bertujuan pada tingkatan Pembisnis (Bussiness Grade). Motherboard ini biasanya akan dipasang slot slot Jadul yang “Masih Digunakan” pada Pembisnis misalkan PCI Slot, atau Slot Printer dsb. (untuk 2020, Chipset B digunakan pada tingkatan Konsumen dengan Budget Low-end Ke Mid-End)

(Tapi untuk tahun 2020, Chipset H dan B tidak Terlalu terlihat perbedaanya, Mungkin akan terlihat pada kualitas VRM yang nanti akan dibahas pada sub judul dibawah)

Q: Chipset Q ini digunakan pada Motherboard dengan tingkatan bisnis. Chipset ini agak sedikit lebih tinggi dibanding Chipset B tetapi bukan termasuk sebagai Motherboard High-End. Motherboard dengan chipset ini jarang muncul pada toko yang menjual komponen PC tingkatan konsumer. Fyi, Motherboard ini mempunyai Fitur yang dikhususkan untuk tingkatan bisnis atau urusan kantor.

Z/X: Chipet Z dan X merupakan Chipset Motherboard yang paling tinggi (high-end). Bisa digunakan pada tingkatan konsumen hingga Konten Creator. Motherboard dengan Chipset ini mempunyai Fitur yang lengkap dari Overclocking, Resource Monitor. Jadi kalau kamu membeli processor High-end Seperti i7 atau i9. kamu harus menggunakan Motherboard dengan Chipset ini. karena banyak slot yang terpasang dan perfomanya kadang jauh lebih tinggi dibanding H dan B.

Nah Trus Ada Angka Angka. itu menunjukan Generasi dari Chipset tersebut. Maka Semakin tinggi maka Chipset tersebut merupakan generasi paling baru. Biasanya Generasinya tergantung pada Processor

Z270: Untuk processor  Skylake dan Kaby Lake (Gen 6 dan Gen 7) (Contoh: i7 6700k,i7 7700k)

Z370: Hanya Untuk processor  Coffee Lake (Gen 8 dan Gen 9) (contoh: i5 9400F, i7 8700K, I9 9900K)

Z470: Chipset masa depan (2020) Comet Lake-S (Gen 10)  (Contoh: i9 10900K)

(Angka Berlaku pada Chipset H dan B)

Motherboard yang Optimal dipakai untuk Rakit PC Gaming adalah Tipe B dan Z

Tips untuk AMD

Untuk AMD, Sama Seperti Intel. mereka menggunakan kombinasi Satu Huruf dan Angka untuk mengindentifikasi tingkatan dan Generasi dari Chipset mereka. Berikut adalah Huruf Huruf yang digunakan pada Tim Merah

A: Chipset Motherboard pada Tingkatan “Entry level”. Motherboard ini di Range Low-End ke Mid-End Consumer Grade. Pada Chipset ini, tidak direkomendasikan pada Processor Ryzen high-end karena alasan VRM. (Ryzen 7 dan 9)

B: Chipset Motherboard pada Tingkatan “Mainstream”. Motherboard ini di range Mid-End Ke High-End Consumer Grade. Chipset ini sudah dapat Overclock CPU. Chipset B bisa Menggunakan “Crossfire” atau Dual Radeon GPU, tetapi pada Generasi 4. (B450)

X: Chipset Motherboard pada Tingkatan “Enthusiast”. Motherboard ini di range High-End dan juga digunakan pada tingkatan Konten Creator ataupun lebih tinggi. Chipset ini mempunyai Semua Fitur yang dibutuhkan untuk overclock dan juga beberapa fitur Monitoring.  Dapat menggunakan SLI (Dual Nvidia GPU) dan Crossfire (Dual Radeon GPU)

Angka angka pada Penamaan Motherboard AMD juga menunjukan Generasi dan Juga Fitur fitur yang ditambahkan pada Motherboard

A320/B350/X370: Processor dengan Architecture Zen Tingkatan Athlon,Ryzen 3/5/7 Seri 1000 dan 2000 (Bios Update dapat menggunakan Processor Zen+ dan Zen 2, Processor seri 3000)

B450/X470/X570: Processor dengan Architecture Zen Tingkatan Athlon,Ryzen 3/5/7/9  Seri 1000,2000 dan 3000. Chipset Motherboard Kode 4 Ditunjukan untuk Processo Zen+ (Gen 3).

B550: Processor dengan Architecture Zen Tingkatan Athlon,Ryzen 3/5/7/9  Seri 1000,2000 dan 3000. Tapi Motherboard Kode 5 ditunjukan untuk processor Zen 2. (Ryzen 4000 Series dimasa depan).

Motherboard yang Optimal dipakai untuk Rakit PC Gaming adalah Tipe B dan X

Jadi, Harus disearching Lagi Apakah Motherboard yang kamu beli kompatibel Chipsetnya dengan Processor. jangan Sampai Salah Beli.

VRM (Voltage Regulator Module)

VRM atau Voltage Regulator Module merupakan komponen listrik yang ada pada Motherboard disekitar Socket CPU. VRM ini Simpelnya adalah modul yang berperan sebagai Mensupply Listrik kepada CPU. Listrik yang telah di Olah di Power Supply harus di olah kembali pada VRM agar CPU tidak terlalu banyak terpapar listrik dan menyebabkan Overheat. Kata “olah” ini maksudnya Listrik akan di Sesuaikan dengan kebutuhan CPU, kami simpelkan dengan kata tersebut.

Nah karena VRM ini menyangkut kelistrikan, maka kita yang ingin build PC gaming harus berhati hati karena VRM itu penting banget. Hidup Matinya CPU, Awet atau tidak Komponen tergantung pada kualitas dari Modul VRM ini (Selain dari pentingnya kualitas Power Supply).

VRM Murah akan membuat Sistem menjadi tidak stabil, Komputer mu akan Crash setiap saat walaupun CPU pada Kecepatan normal. Lebih parahnya VRM murah bisa merusak Komponen yang sudah kamu beli mahal mahal. Apalagi jika kamu suka yang Overclocking CPU, Karena Tegangan Listik itu sangat berpengaruh kepada stabilisasi CPU mu, jadi kalau VRMnya murahan, bisa berbahaya.

VRM ini terdiri dari beberapa Komponen, Pertama adalah MOSFET (Metal oxide Semiconductor Field Effect transistor), Chokes dan Capacitor.

MOSFET ini lah yang bertugas untuk “Mefilter” Tegangan listrik yang dibutuhkan Oleh CPU. MOSFET biasanya terletak dibawah heatsink disekitar Socket. Bentuknya ini Kotak dan tidak Besar dibanding Komponen lain. Lalu Chokes ini bentuknya Kubus yang lebih besar dibanding MOSFET, Lalu Capacitor yang berbentuk Tabung. Kedua Komponen ini bertugas untuk menyimpan kelistrikan Sementara, menstabilisasi Supply Listrik dan Menjaga dari Tegangan mendadak

TIPS Melihat Kualitas VRM

Nah, Karena VRM ini tidak terlalu diperhatikan di toko toko atau listing, maka Kami punya Tipsnya.

Penjelasan:

Motherboard  biasanya akan membagikan Kelistirkan kepada komponen komponen VRM untuk mensupply listrik ke CPU secara bertahap. Jadi Kalau semakin banyak Komponen kelisitrikan di VRM, semakin bagus. karena Antar komponen tidak perlu bekerja lebih keras karena listrik tersebut dibagikan secara merata dan banyak.

Satu Chokes Bertanggung jawab pada satu 1 Core pada CPU. jadi kalau ada 4 chokes dan mempunyai 4 Cores, maka Cores akan mempunyai masing masing 1 Choke, Jika CPU Cores mu ada 8, maka Satu Chokes bertanggung jawab pada 2 Cores dan itu memberatkan VRM. Jadi Tahap kelistrikan bisa lebih stabil jika banyak Chokes yang terinstal pada VRM.

Tipsnya:

Maka Kamu tinggal Liat aja berapa Chokes yang terinstall pada Motherboard. Biasanya Motherboard
“Low-End” akan terinstall sedikitnya 3 sampai 4 Chokes, sedangkan Mid-End ke High-end bisa terpasang 6 hingga 8 Chokes bahkan lebih.

Lalu kamu juga harus perhatikan kepada Capacitornya. Capacitor itu mempunyai liquid Conductor, maka lebih baik menggunakan “Solid State Capacitor” karena jika Motherboard menggunakan Capacitor Murahan, kalau terjadi apa apa, Capacitor tersebut bisa Rusak ataupun meledak.

Lalu Terakhir adalah pilih Motherboard dengan “heatsink” disekitar Socket CPU. Heatsink tersebut berguna sebagai pendingin MOSFET. komponen kelistrikan yang me “filter” Tegangan ke CPU.

Walaupun sebenarnya CPU zaman Sekarang (Intel Skylake Keatas dan AMD Zen Microarchitecture keatas) itu Lebih power Effesien dan tidak terlalu memberatkan Kelistrikan kepada VRM, tetapi menggunakan Motherboard dengan VRM baik jauh lebih bagus dibanding tidak. Lebih baik mencegah kan? karena memang Motherboard ini akan menjadi komponen yang lebih lama untuk di “Upgrade” dibanding GPU,RAM dan CPU. jadi Motherboard yang “future proof” dan berkualitas akan menyelamatkan uang mu juga.

Motherboard Optimal untuk Rakit PC gaming, VRM  harus minimal mempunyai VRM heatsink pada MOSFET, Mempunyai 6-8 Chokes dan Solid State Capacitor. VRM ini biasa ditemui pada Motherboard Chipset B dan Z (Intel) lalu Chipset B dan X (AMD)

BACA JUGA

Tips Memilih Tipe Socket

Nah, Kita sudah tau bahwa Beberapa Generasi CPU mempunyai Socket yang berbeda beda. Walaupun untuk Zaman sekarang sepertinya Bentuk socket akan sama cuman yang berbeda pada hanya pada Chipset.

Untuk Intel, Intel mempunyai beberapa Socket. kami akan perpendek dari tahun 2011 yaitu:

LGA 1155: Intel Generasi 2 dan 3, Microarchitecture Sandy Bridge dan Ivy bridge (Contoh:  i5-3470, i5 2500K)

LGA 1150: intel Generasi 4 dan 5. Microarchitecture Haswell, Haswell Refresh dan Broadwell (Contoh:  i7-4790k, i5-5675C)

LGA 1511: intel generasi 6,7,8 dan 9. Microarchitecture Skylake, Kaby Lake dan Coffee Lake (Contoh: i7- 6700K,7700K,8700K,9700K. i3-9100F, i5 9400F)

LGA 2066: Intel dengan Microarchitecture Skylake-X dan Kaby-Lake X. (Contoh: i9 9980XE)

LGA 1200: Intel Generasi 10,Microarchitecture Comet Lake di launching tahun 2020

Untuk AMD,AMD juga mempunyai beberapa Socket. kami akan perpendek dari tahun 2011 yaitu:

FM1: AMD Liano Processor (Contoh: AMD A4-3300, A6-3650, A8- 3800. Athlon II X2 221)

AM3+: AMD FX Vishera, FX Zambesi, Phenom II,Athlon II, Sempron. (Contoh: AMD FX 4100, 6100, 8100, 9370)

FM2: AMD Trinity Processor (Contoh: A10- 6790K, A8-6600K)

FM2+: AMD Kaveri, Godavari (Contoh: AMD A6-7400K)

AM1:  AMD Athlon dan Sempron (contoh: Sempron 2650,Athlon 5150,Athlon X4 530)

AM4: AMD Ryzen dan Athlon 200 Series (Athlon 200GE,3000GE. Ryzen 3 1200,2200,3200, Ryzen 5 1600,2600,3600. Ryzen 7 1700,2700,3700, Ryzen 9 3900X)

TR4: AMD Ryzen Threadtripper (Ryzen threadtripper 1900X,2950WX,3990X)

Tipsnya

well,Sebenarnya ini lebih mudah. Kamu hanya harus membaca “Socket” dari processor yang kamu beli lalu cocokan dengan Motherboardnya. Misalkan: Ryzen 5 2600 membutuhkan Socket AM4, Motherboard B450 dengan Socket AM4, maka Ryzen 5 2600 dan B450 mempunyai Socket yang cocok.

Tips Memilih Form Factor

Form Factor berati bentuk ukuran dari motherboard. Motherboard ini mempunyai beberapa Ukuran. Yaitu E-ATX, ATX, m-ATX, dan Mini ITX. Kami jelaskan berikut ini

E-ATX Motherboard: Ukuran paling besar di Motherboard. Sebenernya ukuranya tidak jauh beda dibanding ATX walaupun memang lebih lebar, Cuman pada E-ATX mempunyai Slot yang Banyak. Misalkan 8 Slot SATA, 4 slot PCIe 16x. 8 Slot RAM dan sebagainya. Motherboard ini biasanya digunakan dengan CPU yang mempunyai Banyak Cores (LGA 2066, i9 9980XE dan TR4, Threadtripper 2950WX Processor)

ATX Motherboard: Ukuran paling umum untuk Standar Konsumen. ATX Motherboard ini mempunyai jumlah Slot yang standar, seperti 2 Slot PCIe 16X, 4 Slot RAM, 6 Slot SATA dan sebagainya.

m-ATX Motherboard. Ukuran “micro” dari ATX. Motherboard ini lebih kecil dibanding ATX. m-ATX mempunyai Slot Bervariasi tapi lebih sedikit dibanding ATX. Misalkan 1 Slot PCIe 16x dan 2 Slot PCIe 1x. atau 2 Slot PCIe 16x dan 1 slot PCIe 1x. 4 Sata Slot dan Slot Ram dari 2 hingga 4.

Mini ITX Motherboard: Ukuran terkecil dari Standar Motherboard. Motherboard ini didesain untuk PC yang Padat dan Kecil. Keuntungan dari PC dengan Mini ITX adalah meningkatkan Portabilitas (Alias bisa dibawa kemana mana). cuman kekurangannya banyak slot yang harus dilepas. Biasanya Mini ITX hanya mempunyai 1 slot 16x PCIe. 2 Slot SATA, 2 Slot RAM dan sebagainya.

Kalau ini, Tips dari kami adalah sesuaikan dengan Selera dan kebutuhan. misalkan lebih suka dengan PC yang lebih kecil, bisa memilih m-ATX atau mini ITX. Jika membutuhkan banyak PCIe Slot dan RAM, gunakan ukuran ATX. dan lagi sebagainya. Biasanya, Mini-ITX jauh lebih mahal dibanding ATX dan m-ATX. m-ATX bisa jadi lebih murah dibanding ATX.

Kesimpulan

Itu dia Tips dan penjelasan tentang Motherboard PC Gaming. Jadi untuk rakit Gaming PC harus bagaimana? ya pertama harus tau Chipset dan digunakan. Gaming berat Lancar biasanya menggunakan Mid-End cocokan dengan chipset Motherboardnya. Lalu VRM, Karena listrik yang dibutuhkan untuk CPU buat gaming Lancar itu lumayan Tinggi, Maka VRM harus diperhatikan. dari Heatsink, Chokes dan Capacitor. Lalu Socketnya. hanya tinggal cocokan dari processor ke Motherboard. dan Terakhir Form Factor. Ukuran Motherboard sesuai kebutuhan dan  selera pembeli.

Memilih Motherboard untuk Rakit PC Gaming dengan teliti itu bisa menyelamatkan uang dan komponen mu loh. jangan pelit pelit sama motherboard!.

 

Referensi: Wikipedia,Intel,AMD.

Tags

Rekomendasi dari kami

4 Komentar

  1. keren gan tulisannya!!
    btw saya mau rakit pc gaming dalam waktu dekat, masih nyari spek yg cocok, boleh minta sarannya gan? budget sekitar 9jt an. dari pilihan ini kira2 yg paling masuk akal (ngga bikin bottleneck) yg mana ya gan?
    mobo : GIGABYTE GA-A320M-HD2
    cpu : ryzen 3 3300x
    gpu : XFX Radeon RX 570 4GB GDDR5 256 bit RS XXX Edition
    ram : T-FORCE Vulcan Z 16GB (2x8GB) DDR4 3000 MHz
    ssd : CRUCIAL BX500 480GB 2.5″
    hdd : SEAGATE BarraCuda35 1TB 7200 RPM 64MB Cache SATA 6.0Gb/s
    psu : FSP HEXA+ II 400 400W 80 Plus
    kira2 dari spek ini mana pc saya nantinya akan berjalan lancar ga gan?kira2 apa baiknya pilih mobo yg seri B ( demi future proof), terimakasih sebelumnya gan. salam sejahtera

    1. Hallo putra. Terima Kasih

      Untuk 9 juta sebenernya bisa lebih baik pada Komponen utamanya. GPU dan Mobo bisa lebih tinggi (pilih salah satu), seperti B450, GTX 1650 Super/RX580/RX5500XT dengan mengorbankan komponen Storage.

      Teknisnya, untuk spek yang anda tulis sih ga masalah, Processor ngga Bottleneck. Ryzen 3 3300X itu perfoma gamingnya setara dengan Ryzen 2600. jadi RX 570 ngga akan bottleneck

      Ya kami sarankan untuk menggunakan Motherboard Mainsteam dibanding Entry level. Ryzen 3 3300X itu sudah generasi 3, Banyak forum bilang VRM pada Motherboard A320M tidak bisa mengatasi Processor Gen 3 walaupun Mobo tersebut Support (Dengan update Bios). VRM bisa mencapai 80 Derajat. jadi Kalau Anda menggunakan B450 atau B550, Lebih Future Proof dan tidak perlu upgrade Mobo kalo mau ganti CPU ke lebih tinggi.

      Tapi untuk keseluruhan Spek anda, Semuanya bisa berjalan lancar kok. tapi untuk nyari aman, paling yang harus diubah adalah Motherboardnya dan Power Supplynya,

      Kalau membeli motherboard B Series anda dapat anda dapat fitur slot yang banyak dan VRM yang berkualitas. dan juga Power Supplynya, kami sarankan untuk menggunakan Power Supply 550Watt dan Brand yang berkualitas seperti Cooler Master, Seasonic,Superflower atau Corsair. tapi yang PSU group related seperti hexa atau Aerocool masih diperbolehkan karena memang Komponen tidak terlalu menggunakan Listrik yang tinggi. tapi kalau anda mau upgrade ke Mid-High, PSU harus diganti jadi psu brand terkenal dan Gold+ Certified.

      jadi budget 9 juta itu komponenya bisa di “Adjust” lagi sesuai kebutuhan. Misalkan mengorbankan HDD atau nurunin SSDnya untuk GPU yang lebih tinggi dan sebagainya. karena kan GPU itu lebih mahal dibanding HDD jadi biar ga nanggung agak sedikit “Dipaksakan” gitu. sedangkan Storage lebih affordable. tapi kalau memang Storage itu penting banget buat anda, itu sudah masuk akal kok.

      Semoga Jawabannya Membantu.

      1. terimakasih pencerahannya gan, iya gan bener kata agan itu mobonya ga bisa di oc kalaupun bisa hasilnya ga akan sebanding, jadi saya berencana ganti mobonya dengan Gigabyte b450 aorus elite + deepcool gammax 400, sebenernya pengen mobo b550 tapi takut kipas bawaannya amd ga bisa ngimbangin waktu di oc

        1. sipp, B450 Aorus kece banget itu pilihan bagus

          B550 bisa aja sih tinggal cari aja yang “high-end” kaya Aourus juga atau yg punya Heatsink bagus di VRMnya. yakin kok mereka desain Mobonya bisa di OC juga.

          Semoga Jawabannya membantu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 × one =

Back to top button
Close

Adblock Detected

Tolong matikan Adblock untuk mensupport kami