Gaming News

E-Sports “Killer” tidak dapat menjadi bagian dari Olimpiade

Olimpiade merupakan salah satu event yang sangat besar,tujuannya untuk menjalin hubungan dan mempererat kedamaian antar negara. E-Sport sangat diharapkan oleh gamer agar menjadi salah satu Cabang dari olimpiade dan mempromosikan Video games. Tetapi sepertinya harapan itu harus dipendam.

Kemungkinan E-Sport tidak ditampilkan ke olimpiade, Dilansir dari Metro.co.uk. Presiden Komite olimpiade internasional bersikeras bahwa tidakd apat menampilkan video games apapun,dikarenakan game tersebut “mempromosikan kekerasan atau diskriminasi” dan menyebut game sebagai Killer. dalam sudut pandang Komite Olimpiade international,. Game tersebut bertentangan dengan nilai-nilai olimpiade dan itu tidak dapat diterima” Kata Thomas Bach kepada associated press.

Sebenarnya tidak jelas mengapa games tersebut disebut dikriminasi atau Killer. yang jelas kita semua tau games yang Di E-Sport kan saat ini game yang membunuh seperti DOTA,LOL,CSGO,Overwatch,PUBG dan Fortnite. dan juga game game yang bergenre Fighting juga kadang tidak diperlihatkan pembunuhan. kecuali mortal Kombat.

Games yang mempunyai unsur Pembunuhan mungkin tidak dapat menjadi bagian olimpiade,tetapi ada beberapa games yang sepertinya dapat diterima karena memenuhi syarat Nilai Nilai Olimpiade. Game seperti FIFA,NFL,NBA, Game Racing seperti Forza,Grand turismo ataupun Rocket league. dan juga game Kartu virtual seperti hearthstone.

E-Sport pada event Internasional ini sudah di demonstrasikan Pada Asian Games 2018. dan sepertinya dapat dijadikan Cabang yang mendapatkan medali penuh dan dapat diakumulasikan pada Mendali lain pada Asian games berikutnya.

Sumber
Metro.co.uk

Rekomendasi dari kami

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ten + one =

Back to top button
Close

Adblock Detected

Tolong matikan Adblock untuk mensupport kami