Gaming News

Call Of Duty Modern Warfare Dibenci Warga Rusia ?

Baru saja dirilis pada beberapa waktu lalu, bahwa game Call Of Duty Modern Warfare menjadi bahan perbincangan hangat untuk para gamer. Perbincangan tersebut memuat respon positif ataupun negatif.

Namun pada tulisan ini kita akan membahas terkait dengan respon warga negara Rusia terhadap Call Of Duty Modern Warfare. Kenapa Rusia? Hal ini dikarenakan ada kaitannya dengan misi yang ada pada Call Of Duty tersebut.

Misi yang menjadi perbincangan hangatnya ini adalah misi Highway Of Death. Pada misi ini agen CIA yang bernama Ales akan melakukan operasi undercover untuk melakukan sniping pada jalanan yang ada mobil terbakar. Dan ternyata salah satu gamer kritikus ini menyatakan bahwa jalanan tersebut ada di real life atau dunia nyatanya.

Untuk misinya bisa salah satu youtuber AnonymousAffection  di bawah ini :

Jalanan tersebut berada di antara Kuwait dan Iraq pada Highway 80. Dari jalanan tersebut bahwasnya pernah terjadinya penyerangan pasukan amerika saat perang teluk.

Koalisi Amerika Serikat yaitu Kanada, perancis dan inggris mencoba untuk menyerang Iraq yang mencoba mundur dari Kuwait usai gencajatan senjata. Peristiwa ini dilaporkan sebagai kejahatan perang karena dianggap berkhianat.

Salah satu kritikus dari gamers Rusia menggap bahwa pihak developer yaitu Activision – infinity ward ini melakukan perubahan sejarah dan memposisikan Rusia ini sebagai negara yang antagonis. Dan disebut sebut bahwa game ini menjadi propaganda Amerika. Wajar saja Call of Duty Modern Warfare bisa dibenci warga Rusia.

Dari kejadian ini membuat games ini memiliki Skor users game rendah yaitu 3-4. Bahkan dalam artikel yang penulis temukan para gamer menilai 0 game ini dengan landasan seperti yang dijelaskan tersebut. Wah, rasanya Call of Duty Modern Warfare beneran dibenci ya.

Akibat hal tersebut membuat game ini ditarik dari PlayStation Store Rusia, namun tidak diketahui beberapa platform apakah menariknya juga atau tidak. Beberapa media TV di Rusia pun juga meliput serta melaporkan kontroversi game ini ke BBC.

Rekomendasi dari kami

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

9 − one =

Back to top button
Close