Gaming Opini

Apakah Games Merusak Generasi Bangsa ?

Pada tulisan kali penulis akan berpendapat tentang sudut pandang orang yang beranggapan kalau games dapat merusak generasi bangsa. Dan games hanya menggajarkan kekerasaan kepada anak anak bagi yang memainkanya. Lantas menggapi hal tersebut penulis akan menggutarakan pendapat penulis terkait dengan isu isu tersebut dan akan menjawab, apakah memang benar games itu buruk. Semoga dengan tulisan ini bisa menjawab tentang persepsi persepsi negative akan games.

Kasus kasus kekerasaan dan kriminalitas karena games

Pada awal tahun 2018 kasus penembakan di sekolah dan kriminalitas di ameraika serikat ini meningkat tajam sekali di Amerika Serikat. kebanyakan pelaku dari kasus ini merupakan anak anak remaja yang masih menempuh pendidikan. Dari kasus kasus tersebut menimpa banyak korban segala umur bahkan sampai menimbulkan korban jiwa disana. Diketahui dari penyelidikan disana kalau perilaku perilaku tersebut muncul akibat mereka ini memainkan games yang memiliki unsur unsur kekerasaan disana.

Di amerika sendiri bahwasnya memiliki banyak sekali kasus kasus seperti  kekerasaan, penembakan sampai ke taraf pembunuhan. Dari kasus kasus tersebut bahwasnya banyak sekali yang beranggapan kalau mereka melakukan hal tersebut karena terlalu berlebihan bermain games. Dan masih banyak lagi kasus kasus kekerasaan yang terjadi di Amerika yang dimana mereka beralasan kalau sebab prilaku ini karena video games.

Alasan kenapa game menjadi kambing hitam atas perilaku kriminalitas

presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan opini Negative kepada seluruh penggembang atau developer dari game game yang beredar di Amerika Serikat. Menurutnya game hanya mengggajarkan kekerasaan kepada anak yang membuat merubah perilaku anak ini menjadi kasar hingga ke taraf ke kriminalitas karena menggikuti apa yang mereka lihat di games. Sehingga dapat disimpulkan bahwasnya Trump berpendapat kalau dikarenakan didalam game ini memilii unsur kekerasaan sehingga sangat berpenggaruh terhadap prilaku remaja seperti yang terjadi pada kasus yang dibahas tadi.

Dan juga ada yang berpendapat kalau ketika seorang remaja atau anak anak melihat sebuah realitas tertentu yang dianggap menarik bagi mereka maka kecendrungan mereka ini akan mengikutinya. Sehingga jika di abstraksikan ketika anak memainkan games sebuah tembak tembakan atau kekerasaan lainya maka mereka ini akan meniru hal tersebut.

Memang benar jika sekilias kita lihat kalau video games ini memiliki beberappa unsur kekerasaan seperti penembakan, pembunuhan dan lain sebagainya. Ketika seorang anak atau remaja memainkan games tersebut bahwasnya  pasti akan melihat adegan tersebut dan tidak bisa disensor maupun di skip. Sehingga secara langsung mereka akan melihat adegan adegan yang seperti itu.

Mengingatkan kembali hakekat game itu sendiri

Perlu diketahui bahwasnya tujuan dari pada games ini tercipta adalah sebagai hiburan belaka yang dimana awal kali pembuatan game yang sangat sederhana hingga game yang sangat kompleks. Hal ini bisa terjadi karena ketidak puasan manusia sehingga mereka kecendrungan untuk bereksperimen dan menciptakan sesuatu yang baru. Maka terciptalah sebuah video games yang selama penggembanganya ini cukup kompleks dan mulai memasukan nilai nilai tertentu. Dan juga sebenarnya perkembangan video games ini juga dipenggaruhi perkembangan zaman yang dimana dulu film hanya bisa dinikmati secara audio visual sehingga hanya sebatas itu. Namun dengan perkembangan games bahwasnya film yang hanya bisa dilihat dan didengar kini bisa dirasakan dan merasakan langsung di dalam dunia virtual.

Kembali lagi ke topik pembahasan utama yaitu perkembangan games yang tidak dapat dihindari, apalagi dengan adanya  permintaan pasar atau kalangan gamers untuk membuat games yang lebih menarik. Sehingga para penggembang games ini berusaha semaksimal mungkin untuk mengggabulkan permintaan dari pada pasar. Hingga akhirnya tercipta sebuah games yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Contoh dari permintaan pasar seperti ingin ditambahi unsur kekerasanya, adegan seksualnya agar lebih bergariah, serta adegan darah darahnya ataupun kesadisanya lebih diperbanyak lagi. Sehingga kurang lebih ada permintaan pasar yang seperti itu sehingga membuat developer terstimulus untuk membuat games yang seperti. Hal ini juga terlepas dari permintaan seperti gameplaynya, grafisnya, dan lain sebagainya.

Sehingga sudah menjadi sangat wajar sekali kalau games memiliki beberapa adegan ataupun fitur fitur yang diluar dugaan kita. Karena memang itulah ke kreatifitasan seseorang sehingga mereka mampu membuat apa yang tidak terduga tersebut. lalu apakah lantas kita bisa menyatakan para penggembang games atau games itu disalahkan atas perubahan perilaku anak sehingga membuat kasus kasus seperti pembunuhan ? menurut penulis tidak

Panduan penggunaan serta keterangan safety

Perlu kalihan tahu kalau di semua games yang dirilis atau dipublish ini memiliki sebuah standart players yang memainkan games tersebut. namanya adalah rating, rating yang paling terkenal sekarang biasanya versi US yaitu ESRB silahkan lihat link berikut :

Rating ini secara gampangnya ini adalah sebuah syarat khusus untuk siapa yang pantas untuk memainkan games ini spesifiknya terkait dengan umur. Sehingga memang para penggembangan games ini sudah memikirkan keselamatan para penggunanya. Maksud dari keselamatan disini seperti pasca memainkan games ini apakah ada perubahan secara psikologis maupun perilau, untuk fisik tidak mungkin terjadi mengingat games ini virtual.

Sehingga menurut penulis siapa yang lantas disalahkan dalam kasus ini ? jika penulis menjawab maka yang bertanggung jawab ini ada 2 yaitu masyarakat dan pemerintah terkait. kenapa masyarakat ? menurut penulis masyarakat seharusnya memiliki edukasi terhadap rating games sebagaimana dijelaskan tadi. Semisal ketika orang tua ini memberikan sebuah games atau console seharusnya mereka membaca lebih jernih lagi terkait dengan syarat umur dan keamanan pengguna sehingga nanti games yang dibeli ini aman untuk dimainkan untuk anaknya. Lalu kenapa pemerintah ? sebab menurut penulis seharusnya pemerintah bisa lebih memperhatikan sektor ini sebab menurut asumsi penulis pemerintah bisa jadi tidak memfokuskan diri terhadap bidang game ini sehingga membuat mereka fokus ke hal yang lain.

Seharusnya menurut penulis pemerintah bisa mengketatkan kembali regulasi terkait dengan games yang dipublish, penulis juga menggakui pemerintah hebat dalam menanggulangi games games yang memang benar benar tidak pantas dimainkan oleh masyarakat. akan tetapi juga ada beberapa games yang rilis di suatu negara tapi penggawasanya kurang sehingga games itu bebas dikonsumsi masyarakat tertentu, yang seharusnya memiliki prasyarat tertentu.

Ada banya faktor lain yang menyebabkan perilau anak/remaja berubah

Menurut penulis terkait dengan beberapa kasus yang terjadi di Amerika ini bahwasnya pelaku dari pada kasus tersebut adalah anak anak atau remaja, yang dimana diindikasi kalau mereka berprilaku seperti itu karena games. Menurut penulis merekea berprlaku seperti itu juga memiliki banyak faktor faktor seperti psikologis remaja yang dimana mereka ini cendurng emosinya labil sehingga tidak terprediksi. Apalagi ketika di masa masa remaja ini adalah masa yang sangat rawan sekali sehingga dari segi internal seperti itu.

Yang berikutnya dari segi eksternal pun juga mendukung perilaku yang tidak layak tadi, semisal di Amerika sendiri saja menglegalkan masyarakatnya membawa senjata. Sehingga bisa jadi anak tersebut karena emosinya labil sehingga mereka membawa senjatar dan ketika emosinya pada taraf tertentu ini labil maka bisa jadi dia akan menggunakan senjata tersebut. lalu juga bisa bahwa anak tersebut stress atau depresi karena masalah keluarganya yang kurang harmonis atau faktor lainya sehingga sangat memungkinkan mereka berprilaku seperti itu.

Kesimpulan

Games ini pisau yang tajam, analoginya seperti orang tua kita yang menggunakan pisau didapur pasti  akan memiliki manfaat sendiri semisal membantunya dalam hal memasak. Namun jika pisau tersebut diberikan ke anaknya ini maka ceritanya akan berbeda lagi. Sehingga perlu adanya penggawasan dari pihak pihak terkait. maka jika seperti itu jangan menyalahkan games itu sendiri, sebab games hanya hendak membantu penggunanya untuk memberikan sebuah kebermanfaatan seperti refreshing, menghilangkan penat, membuka perspektif baru, ilmu penggetahuan dan lain sebagainya. Maka menurut penulis ungkapan presiden Amerik Donalt Trump yang menyalahkan games sebagai sebab utama kasus kasus penembakan dan pembunuhan yang pelakunya adalah anak anak atau remaja ini kurang pantas di ucapkan mengingat games itu sendiri tidak memiliki kesalahan apapun, jika memang salah maka seharusnya games tersebut tidak dirilis di negaranya.

Fachmi Dimas

Fachmi Dimas admin and content creator, DKM of Al Hidayah, Relawan Al Kahfi, and leader of IKRIMAH.

Rekomendasi dari kami

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eleven − six =

Back to top button
Close

Adblock Detected

Tolong matikan Adblock untuk mensupport kami